The Learning Pyramid
Mengapa anak sulit membaca? Mungkin masalahnya bukan di mata, tapi di keseimbangan tubuhnya. Kami menggunakan pendekatan Bottom-Up (dari bawah ke atas).
1 Fondasi: Sensori (Akar)
Sebelum anak siap belajar, sistem sarafnya harus tenang. Jika input peraba atau keseimbangan terganggu (misal: tidak bisa diam, sensitif suara), otak akan sibuk "bertahan hidup" daripada "belajar".
2 Jembatan: Motorik (Batang)
Kematangan otot inti (core muscle) memungkinkan anak duduk tegak di kelas tanpa lelah. Koordinasi mata-tangan memungkinkan mereka menyalin tulisan dari papan tulis dengan lancar.
3 Puncak: Kognitif (Buah)
Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung hanyalah hasil akhir. Kami tidak membenahi buahnya secara langsung, tetapi menyuburkan akarnya agar buah tumbuh alami.
Bagaimana Kami Mengolah Data?
1. Input Data
Orang tua mengisi kuesioner observasi perilaku di rumah.
2. Scoring
Algoritma menghitung bobot risiko pada setiap jawaban.
3. Tagging
Identifikasi area dominan (misal: Vestibular/Taktil).
4. Result
Output status kesiapan & misi stimulasi harian.
Sudah Paham Metodenya?
Sekarang saatnya melihat kondisi fondasi belajar Ananda. Asesmen hanya butuh 15 menit.